International

Charlie Puth: Perjalanan Karier dan Kesuksesan

Perjalanan Karier Charlie Puth

Charles Otto Puth Jr, atau populer disapa Charlie Puth adalah penyanyi, pencipta lagu, sekaligus produser rekaman asal Amerika Serikat. Kariernya berawal ketika ia hobi menunggah video bermusiknya di kanal YouTube.

Baru-baru ini, Charlie Puth menghebohkan jagat dunia maya sesudah menuliskan cuitan yang cukup menarik. Dalam cuitannya, pria kelahiran 2 Desember 1991 menuliskan ‘Fk Uh’. Sontak,cuitan Charlie pun diserbu warganet Tanah Air.

Tidak sedikit yang menyebutnya cuitan ‘Fk Uh’ yang ditulis Charlie Puth adalah pengumuman seandainya dirinya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas). Malahan, akun Twitter Unhas kemudian meretweet cuitan Charlie Puth dengan bersenda gurau mengatakan ‘selamat datang di kampus merah’, sebutan untuk Universitas Hasanuddin.

Baru-baru ini, nama Charlie Puth kembali menjadi sorotan berkat single terbarunya yang dirilis pada 24 Juni 2022 lalu. Pada lagu berjudul Left and Right, Charlie Putih menggandeng idol tenar anggota BTS, adalah Jungkook.

Sesudah dirilis, lagu tersebut langsung melesat ke berjenis-jenis puncak chart musik dunia, antara lain chart iTunes. Lagu ini menjadi nomor 1 pada chart iTunes Top Songs di 93 negara, beberapa di antaranya seperti Amerika Serikat, Kanada, Denmark, Swedia, dan Perancis.

Video klip atau music video-nya yang memperlihatkan Charlie dengan Jungkook sukses ditonton 10 juta kali cuma dalam 12 jam sesudah lagu dan video tersebut dirilis. Sampai ketika ini, lebih dari dua minggu sesudah perilisan lagu tersebut, video klipnya sudah ditonton 101 juta kali.

Musik-musik Charlie Puth
Sebelum duet bersama Jungkook, sosok Charlie sebagai seorang solois sudah diketahui di segala dunia berkat lagu-lagunya. Sebagian lagunya yang tenar dan sudah diperdengarkan berjuta-juta kali adalah See You Again (2015), Marvin Gaye (2015), One Call Away (2015), We Don’t Talk Anymore (2016), Attention (2018), How Long (2018), dan yang terkini adalah Light Switch (2022).

Malahan, banyak dari lagu-lagunya yang juga sudah diputar triliunan kali. Umpamanya adalah See You Again yang adalah lagu penghormatan pada artis pria Paul Walker yang sudah meninggal dunia, sudah diputar 1,4 triliun kali di Spotify.

Lagu duet bersama solois sekaligus artis pria Selena Gomez berjudul We Don’t Talk Anymore juga sudah diputar 1,3 triliun kali di Spotify. Lagu berjudul Attention juga sudah diputar 1,3 triliun kali di Spotify.

Lagu-lagu lain dari Charlie juga sudah diputar puluhan sampai ratusan juta kali di Spotify, platform layanan streaming musik yang paling banyak digunakan di dunia.

1. Awal karier Charlie Puth
Charlie Puth mengawali karier dengan membuat saluran di YouTube pada September 2009 lalu. Saat itu, ia membuat kanal dengan nama Charlies Vlogs. Dalam kanal YouTube nya itu, ia sering mengupload cover musik akustik. Perlahan namun pasti, namanya pun kian diketahui publik.

Charlie kemudian merilis video musik pertamanya secara independen berjudul ‘This Are My Sexy Shades’ pada 2010 lalu.

2. Mulai dilirik manajemen pekerja seni profesional
Karier bermusik Charlie Puth mulai berubah semenjak ia memenangkan sebuah persaingan video online yang disponsori oleh Perez Hilton, pada tahun 2011. Saat itu, ia menyanyikan lagu Adele ‘Someone Like You’. Sesudah kemenangan tersebut, nama Charlie Puth pun kian diketahui. Ia kemudian dikontrak Ellen DeGeneres untuk bergabung di labelnya, Eleveneleven. Charlie Puth kemudian merilis single promosi bertajuk ‘Break Again’ dan menerima reaksi bagus dari penggemar.

3. Bergabung dengan Atlantic
Pada akhir tahun 2012, Charlie Puth mempertimbangkan keluar dari label Eleveneleven. Tiga tahun kemudian, ia baru menandatangani kontrak dengan label rekaman ternama Amerika, Atlantic. Bersama Atlantic, Charlie Puth kemudian merilis single debutnya berjudul ‘Marvin Gaye’. Di album tersebut Charlie pun menggandeng vokal tamu Meghan Trainor.

Tidak cuma di Spotify, lagu-lagunya sedangkan sudah dirilis beberapa tahun yang lalu, menjadi tenar kembali di media sosial Tiktok yang sedang naik daun digunakan oleh generasi muda. Lagunya yang berjudul Light Switch (2022) pun menjadi sebuah popularitas dan sudah digunakan pada 339 ribu video di Tiktok.

Sepanjang karier bermusiknya, Charlie sudah mengeluarkan sempurna dua studio album yang berjudul Nine Track Mind (2016) dan Voicenotes (2018). Ia juga sudah merilis sempurna 4 EP atau Extended Plays, 26 singel, dan sudah mengeluarkan 33 video klip untuk lagu-lagunya.

Masa kecil dan awal mengetahui musik
Ia yang memiliki nama komplit Charles Otto Puth Jr. ini adalah kelahiran New Jersey, Amerika Serikat pada 2 Desember 1991. Ia lahir dan tumbuh sebagai orang Amerika Serikat, namun orang tuanya memiliki akar dari negara Eropa, adalah Italia, Jerman, dan Hungaria.

Sang ibu yang berprofesi sebagai guru musik sudah mempersembahkan Charlie pada musik klasik dan mengajari bermain piano di usia empat tahun. Saat, Charlie memiliki kesanggupan bermusik yang dinamakan absolute pitch. Fenomena ini adalah pendengaran langka yang memungkinkan dirinya untuk mengidentifikasi musik tanpa referensi nada.

Di usianya yang ke-10, Charlie mulai belajar musik jazz dan ketika usia 12 tahun ia mengikuti summer youth jazz ensamble pada Count Basie Theatre’s Cool School. Count Basie Theatre kemudian mempekerjakannya untuk bermain dalam produksi Charlie Brown.

Saat SMA, Charlie juga mengikuti program pre-college dalam bidang musik di Manhattan School of Music Pre-College dan ia mengambil jurusan piano jazz. Ia kemudian melanjutkan kuliahnya di Berklee College of Music pada jurusan music production and engineering.

Menariknya, single ‘Marvin Gaye’ terbukti sukses di pasaran. Ia sukses menerima sertifikat platinum 2x di Australia, menduduki puncak tangga lagu di Selandia Baru, Irlandia, dan Inggris, serta menduduki peringkat 21 di Billboard Hot 100 Amerika.

4. Disebut musisi serba bisa
Charlie Puth diketahui sebagai seorang musisi yang serba bisa. Tidak cuma berdendang, ia juga pintar menciptakan lagu, dan menjadi seorang produser rekaman. Tidak stop di situ, Charlie juga pintar dalam berakting. Setidaknya ia pernah bermain di sitkom ‘Undatable’ pada 2016 lalu.

5. Penghargaan yang diterima Charlie Puth
Selama berkarier di dunia musik, Charlie Puth sudah meraih berjenis-jenis penghargaan. Seperti dari PopCrush Music Awards, American Music Awards, Nickelodeon Kids Choice Awards, sampai Billboard Music Awards.

Perjalanan karier
Seperti banyak pekerja seni lainnya, Charlie juga mengawali perjalanan kariernya melalui Youtube. Di tahun 2009, ia membuka kanal Youtube pribadinya yang bernama Charlies Vlogs. Kala itu, dirinya masih berusia 18 tahun dan cuma memposting video-video lelucon dan cover lagu akustik.

Satu tahun kemudian, ia merilis video klip dari lagu pertamanya yang berjudul These Are My Sexy Shades. Di tahun yang sama, ia merilis EP pertamanya yang berjudul The Otto Tunes yang ia terbitkan secara independen.

Di tahun 2011, ia memenangkan sebuah persaingan video online yang disponsori Perez Hilton berjudul Can You Sing?. Ia membawakan cover dari lagu Adele yang berjudul Someone Like You. Ellen DeGeneres, seorang komedian dan contoh publik memperhatikan bakat Charlie dan menawarkannya untuk masuk dalam label garapannya, eleveneleven.

Bersama label tersebut, Charlie mengeluarkan single promosional berjudul Break Again di tahun 2012. Ia juga merilis EP keduanya yang berjduul Ego di tahun 2013. itu, ia menulis lagu dan membuat lagu-lagu pembuka atau intro untuk para Youtuber tenar.

Di tahun 2015, Charlie menandatangani kontrak dengan AGP/Atlantic, sebuah label rekaman. Single perdananya pada label baru adalah Marvin Gaye (2015) yang menggandeng penyanyi pop Meghan Trainor. Masih di tahun yang sama, ia menjadi featuring dari lagu rapper ternama Wiz Khalifa pada lagu berjudul See You Again.

Kedua lagu ini kemudian melambungkan namanya sebagai penyanyi pop berbakat yang bukan cuma memiliki bunyi yang merdu, namun juga memiliki kesanggupan menulis lagu dan memproduksi lagunya sendiri.

Single keduanya yang berjudul One Call Away masuk dalam Top 20 chart Billboard Hot 100. Mulai ketika itu, ia senantiasa berada pada spotlight sebagai salah satu penyanyi ternama Amerika Serikat.

COLDPLAY Akan Tampil di Indonesia

COLDPLAY: Sejarah Group Band Mancanegara Yang Akan Tampil di Indonesia

Coldplay ialah sebuah group musik yang berasal dari Britania Raya. Grup ini dibentuk terhadap tahun 1996, yang digawangi oleh Chris Martin sebagai vokal utama, Guy Berryman sebagai bassis, Jonny Buckland sebagai gitaris utama, dan Will Champion sebagai drummer. Groupband ini populer sejak merilis single ‘Yellow’ di tahun 2000. Kemudian diikuti bersama dengan debut album Parachutes yang masuk ke dalam nominasi Mercury Prize. Kemudian di tahun 2002, Coldplay sebabkan album kedua bersama dengan judul A Rush of Blood to the Head. Album selanjutnya memenangi lebih dari satu penghargaan layaknya Album of the Year dari New Musical Express (NME) dan single ‘clock’ di Grammy Award ke-46 memenangi penghargaan Record of the Year. Di tahun 2005, Coldplay meluncurkan album “X&Y” yang jadi album terlaris di tahun tersebut. Hingga saat ini sudah meluncurkan enam album.

Coldplay dapat melangsungkan tur bertajuk Coldplay Music of The Speheres World Tour di Indonesia tepatnya yang berlokasi di Stadium Gelora Bung Karno. Adanya hal ini sebabkan publik penasaran dan menghidupkan pertanyaan tentang histori mengenai groupband ini.

Coldplay: Profile dan Sejarah Singkat

Coldplay adalah group musik rock yang dibentuk di London, Britania Raya, terhadap tahun 1996. Grup musik ini terdiri dari Chris Martin sebagai vokalis utama, Jonny Buckland sebagai gitaris utama, Guy Berryman sebagai bassis, dan Will Champion sebagai drummer. Coldplay jadi populer bersama dengan dirilisnya singel “Dont panic” terhadap tahun 2000 dan dilanjuti oleh album debut mereka yang dirilis terhadap tahun yang sama, Parachutes, yang masuk ke nominasi Mercury Prize. Album kedua mereka, A Rush of Blood to the Head (2002), memenangi lebih dari satu penghargaan, juga Album of the Year dari NME. Sementara, singel Clocks dari album ini memenangi penghargaan Record of the Year di Grammy Award ke-46.

Album selanjutnya, X&Y jadi album terlaris di dunia terhadap tahun 2005. Album ke-4 mereka, Viva la Vida or Death and All His Friends (2008), diproduksi oleh Brian Eno dan mendapat tanggapn positif, memenangi lebih dari satu nominasi Grammy Award dan menang terhadap Grammy Award ke-51. Pada tahun 2011, mereka merilis album ke-5 mereka, Mylo Xyloto, yang mendapat respon positif yang beragam, memuncaki tangga album di 34 negara, dan merupakan album rock terlaris di Britania Raya tahun 2011. Pada Maret 2014, mereka memberitakan album ke-6 mereka yang berjudul Ghost Stories dirilis terhadap 19 Mei 2014. Kemudian terhadap tahun selanjutnya.

Personil Coldplay

Chris Martin dulu memprokalamasikan musik band ini sebagai “limestone rock” dibandingkan bersama dengan “hard rock”.

Dalam Music Of The Spheres, jenis group ini bergerak ke arah musik luar angkasa, dan bereksperimen ke bermacam genre bersama dengan kondisi luar angkasa layaknya space rock, ambient, dan synth-pop.

Coldplay sendiri terdiri dari empat personil di antaranya:

  • Chris Martin – vokalis utama, piano/kibor, gitar
  • Jonny Buckland – gitaris utama, harmonika, vokal latar
  • Guy Berryman – bassis, penyintesis, harmonika, vokal latar
  • Will Champion sebagai drummer

Album Coldplay

  • Parachutes (2000)
  • A Rush of Blood to the Head (2002)
  • X&Y (2005)
  • Viva la Vida or Death and All His Friends (2008)
  • Mylo Xyloto (2011)
  • Ghost Stories (2014)
  • A Head Full of Dreams (2015)
  • Live in Buenos Aires (2018)
  • Everyday Life (2019)
  • Music Of The Spheres (2021)

Tour Coldplay

  • Parachutes Tour (2000–2001)
  • A Rush of Blood to the Head Tour (2002–2003)
  • Twisted Logic Tour (2005–2007)
  • Viva la Vida Tour (2008–2010)
  • Mylo Xyloto Tour (2011–2012)
  • Ghost Stories Tour (2014)
  • A Head Full of Dreams Tour (2016–2017)
  • Music of the Spheres World Tour (2022–2023)

Band yang udah tidak asing namanya ini merupakan band asal Inggris yang terdiri dari 4 member, yaitu Chris Martin, Jonny Buckland, Guy Berryman, dan Will Champion. Awal mula terbentuknya band ini adalah disaat Chris Martin dan Jonny Buckland yang berasal dari satu universitas di University College London membentuk sebuah band bersama dengan nama Pectoralz. Kemudian Guy Berryman join sebagai bassist dan mengganti nama mereka jadi Starfish. Band ini disempurnakan bersama dengan bergabungnya Will Champion sebagai drummer dan backing vocal. Kemudian di tahun 1998, mereka mengganti nama jadi Coldplay sebelum akhirnya memulai rekaman pertama mereka.

Hal lucu dan amat menyentuh dari group ini adalah keempat member menganggap manajer mereka, Phil Harvey, sebagai member mereka yang kelima. Keempat member dan Phil Harvey sebenarnya berasal dari satu universitas supaya band ini pun terbentuk bersama dengan kemudahan. Lagu-lagu yang mereka ciptakan amat menyentuh hati para pendengar musik. Dengan lirik dan nada yang unik, mereka dapat untuk sebabkan nama mereka jadi dikenal oleh khalayak. Album Parachutes bersama dengan single “Yellow” dapat merajai tangga lagu terhadap tahun 2000. Fakta unik dibalik nama single mereka ialah disaat Chris Martin memandang halaman kertas yang berwarna kuning disaat ia tengah melacak nama untuk lagu tersebut.

Coldplay Jadi Band Pertama yang Boleh Tampil di Taman Kensington
Nama band ini telah merajalela di dunia musik sepanjang dua dekade terakhir. Kepopulerannya tidak hanya di kalangan penggemar band bersama dengan genre rock alternative saja, tapi juga mereka di singgasana kerajaan Inggris. Pangeran Harry dikabarkan udah berharap band ini untuk tampil jadi bintang utama dalam acara konser amal di Istana Kensington terhadap bulan Juni. Coldplay udah diberikan ijin untuk tampil di East Lawn, daerah di dalam taman Kensington yang juga masih bagian dari kompleks istana kerajaan. Konser itu diselenggarakan terhadap tanggal 28 Juni, mempunyai tujuan untuk menghimpun dana yang nantinya dapat diberikan kepada para pengidap HIV/AIDS di bawah usia di negara Kerajaan Lesotho.

Coldplay Beri Penghormatan untuk Mendiang Aktor Willy Wonka
Dunia perfilman Hollywood kini tengah berduka dikarenakan ditinggal keliru satu aktor seniornya, Gene Wilder. Almarhum dikenal dalam perannya sebagai Willy Wonka di film Willy Wonka & the Chocolate Factory di tahun 1971. Film ini kemudian didaur ulang jadi Charlie and the Chocolate Factory di tahun 2005 dan perannya digantikan Johnny Depp. Untuk mengenang sang aktor, Coldplay sebabkan sebuah penghormatan dalam konsernya di Denver, Amerika Serikat, baru-baru ini. Chris Martin dan kawan-kawan menyanyikan lagu “Pure Imagination,” sebuah lagu yang terkandung di film Willy Wonka & the Chocolate Factory.

Sumber Kekayaan Coldplay

Sejak memberitakan jadwal konsernya di Jakarta, Band asal Inggris, Coldplay, segera jadi penuturan hangat di tengah masyarakat Indonesia. Coldplay sebenarnya merupakan keliru satu band paling berhasil di dunia.
Chris Martin dkk merasa capai ketenarannya sejak merilis lagu “Yellow” terhadap 2000 lalu, disusul bersama dengan perilisan album debut mereka, Parachutes yang mendapatkan nominasi Mercury Prize.

Popularitasnya semakin melejit setelah album keduanya, A Rush of Blood to the Head terima pujian dan penghargaan, keliru satunya NME’s Album of The Year. Selain itu, single “Clocks” juga sempat memenangkan Grammy Award untuk rekor paling baik sepanjang 2003.

Berkat popularitasnya, Coldplay dilaporkan punyai kekayaan bersih capai US$475 juta atau kurang lebih Rp7 triliun (asumsi kurs Rp14.817/US$). Menurut laporan The Richest, kekayaan selanjutnya diperoleh dari penjualan album, royalti lagu, dan tur konser.

Berikut catatan pendapatan Coldplay terhadap 2000 hingga 2022 menurut The Richest dan kurs mata duit pas ini.

Pada 2003, Coldplay capai untungkan sebesar US$1,45 juta atau kurang lebih Rp21,4 miliar dari penjualan video Coldplay Live 2003.

Pada 2005 Coldplay tercatat dapat capai pendapatan sebesar US$16,9 juta atau kurang lebih Rp250,5 miliar dari penjualan album X&Y dan US$24,1 juta atau kurang lebih Rp357,2 miliar dari ‘Twisted Logic Tour’ hingga 2007.

Pada 2008, Coldplay berhasil meraup untungkan sebesar US$13 juta atau kurang lebih Rp192,7 miliar dari penjualan album Viva La Vida. Selain itu, mereka juga mendapat keuntungan sebesar US$119,28 atau kurang lebih Rp1,76 triliun dari ‘Viva la Vida Tour’. Terakhir, mereka mendapat keuntungan lainnya sebesar US$78 ribu atau kurang lebih Rp1,15 miliar.

Pada 2012, Coldplay capai keuntungan sebesar US$768,300 atau kurang lebih Rp11,3 miliar dan US$260,000 atau kurang lebih Rp3,85 miliar dari hasil penjualan album Coldplay Live 2012 dan album kompilasi empat set katalog CD. Selain itu, terkandung pula pendapatan lainnya sebesar US$401.700 atau kurang lebih Rp5,95 miliar. Penjualan album Mylo Xyloto berhasil mengantongi US$10,4 juta atau kurang lebih Rp154,1 miliar dan US$192,5 juta atau kurang lebih Rp2,85 triliun dari penjualan tiket ‘Mylo Xyloto Tour’.

Melalui penjualan tiket ‘The Ghost Stories Tour’, Coldplay berhasil meraup keuntungan sebesar US$192 juta atau kurang lebih Rp2,84 triliun terhadap 2014. Selain itu, Coldplay juga meraup keuntungan sebesar US$4,81 juta atau kurang lebih Rp71,3 miliar dari rekor penjualan.

Pada 2017, Chris Martin dkk tercatat berhasil meraup pendapatan hingga US$523,03 juta atau kurang lebih Rp7,75 triliun hanya dari penjualan tiket konser ‘A Head Full of Dreams Tour’. Sebelumnya, yaitu terhadap 2015, penjualan album ‘A Head Full of Dreams Tour’ Coldplay dilaporkan capai US$7,8 juta atau kurang lebih Rp115,6 miliar.

Menurut catatan The Richest, terhadap 2018 Coldplay berhasil meraup keuntungan senilai US$115,5 juta atau kurang lebih Rp1,71 triliun. Namun, mereka tidak merinci sumber pendapatan Coldplay tersebut. Menurut catatan The Richest, terhadap 2018 Coldplay berhasil meraup keuntungan senilai US$64 juta atau kurang lebih Rp948,7 miliar. Namun, tidak tersedia rincian sumber pendapatan Coldplay tersebut.

Pada 2019, Coldplay tercatat berhasil menghasilkan US$768.300 atau kurang lebih Rp11,3 miliar mata duit pas ini dari penjualan rekaman album live Coldplay 2012 (platinum bersertifikat oleh SNEP). Sebagai informasi, SNEP (Syndicat national de l’édition phonographique) adalah organisasi inter-profesional yang melindungi industri rekaman di Prancis.

Pada Agustus 2022, penjualan album A Rush of Blood to the Head dapat menghasilkan US$19,5 juta atau kurang lebih Rp289 miliar untuk Coldplay. Tidak hanya itu, tur A Rush of Blood to the Head juga beri tambahan keuntungan US$6,26 juta atau kurang lebih Rp92,8 miliar untuk Coldplay. Album debut Coldplay, Parachutes capai rekor penjualan terhadap Juli 2000 dan beri tambahan keuntungan kepada Coldplay sebesar US$11.050.000 atau kurang lebih Rp163,8 miliar.

Alasan Coldplay Sempat Menolak Konser di Indonesia

Penantian para penggemar Coldplay di Indonesia segera berakhir. Coldplay udah resmi memberitakan dapat menggelar konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, terhadap 15 November 2023.
Konser Coldplay di Jakarta dalam rangka tur ‘Music of the Spheres World Tour’. Kabar ini sontak sebabkan penggemar begitu antusias inginkan memandang secara segera tampilan perdana Chris Martin dkk di Indonesia.

Apalagi, Coldplay sempat dikabarkan inginkan menggelar konser bertajuk ‘A Head Full of Dreams Tour’ di Indonesia terhadap 2017. Namun, rancangan selanjutnya dibatalkan. Apa alasan konser itu tak jadi diselenggarakan?

Coldplay dikabarkan sempat menolak menggelar konser dikarenakan Indonesia diakui gagal dalam menangani isu lingkungan.

Seperti yang diketahui, Coldplay merupakan keliru satu band yang gencar menyuarakan persoalan lingkuhan. Bahkan, ‘Music of the Spheres World Tour’ yang tengah terjadi mengusung kekuatan berkesinambungan dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Indonesia masih punyai banyak problem lingkungan. Sebut saja polusi udara, persoalan sampah, hingga penebangan hutan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), volume timbulan sampah di Indonesia terhadap 2022 capai 19,45 juta ton.

Selain persoalan lingkungan, alasan lain Coldplay enggan konser di Indonesia lantaran band ini mengusung inklusivitas dalam tur mereka, yaitu menyediakan akses yang gampang bagi seluruh masyarakat hingga penerimaan terhadap bermacam golongan.

Blueface: Rapper Terkenal di Dunia

Blueface : Mengenal Rapper Terkenal Di Dunia

Blueface merupakan rapper terkenal di seluruh penjuru dunia dengan memiliki jumlah fans di intagram sekitar -/+ 2.100.000 Pengikutnya. Penyanyi rapper bernama Johnathan Jamall Porter (lahir 20 Januari 1997), dikenal secara profesional diseluruh mancanegara, adalah seorang rapper Amerika. Pada Oktober 2018, setelah merilis video musik untuk lagunya “Respect My Cryppin'”, dia menjadi viral meme karena gaya rapnya yang tidak biasa. Bulan berikutnya, dia menandatangani kontrak dengan Cash Money West, cabang West Coast dari Birdman’s. Label Cash Money Records. Pada tahun 2019, sebuah remix dari lagunya “Thotiana” (menampilkan Cardi B dan YG), menjadi single tersuksesnya hingga saat ini, memuncak di nomor 8 di Billboard Hot 100. Pada tahun 2020, ia merilis studio debutnya album, Find The Beat.

Membahas Biodata Blue Face

Blueface lahir pada 20 Januari 1997, di Los Angeles, California. Dia dibesarkan di Mid-City di pusat Los Angeles dan bersekolah di beberapa sekolah dasar sebelum pindah bersama ibunya di Lembah Santa Clarita, tetapi kemudian menetap di Oakland bersama ayahnya. Setelah pindah ke Lembah San Fernando, John bersekolah di Arleta High School dan bergabung dengan marching band bermain alto saxophone dan tim sepak bola, menjadi gelandang awal pada tahun 2014, dengan tinggi 6 kaki 3 inci (191 cm) dan berat 162 lbs (73,5 kg). Sebagai gelandang awal, John memimpin tim ke kejuaraan East Valley League pada tahun 2014.  Dengan pengalaman saat masa lalunya sebagai pemain sepak bola dalam video untuk remix ke “Thotiana”, di mana rapper tersebut menggambarkan calon gelandang sekolah menengah teratas yang tidak menghormati pelatihnya karena keinginannya untuk mengejar wanita dan ketenaran.

Oleh sebab itu ia mulai tertarik pada musik rap di usia muda, dan terutama mendengarkan 50 Cent, The Game, dan Snoop Dogg.

BlueFace : Jalan Karir Penunjang Kehidupan

Saat mulai nge-rap pada Januari 2017 featuring geng jalanan School Yard Crips dengan judul album 2017–2018: Kesuksesan viral, Cryp Terkenal, dan “Bleed It”. Nah dengan banyaknya jumlah pengikut di Instagram, maka dari situ kita dapat melihat jumlah album dan perjalanan yang telah ia kembangkan dan terkenal :

BlueFace tahun 2017

Awalnya pindah kembali ke Los Angeles setelah meninggalkan Fayetteville State University, dia diundang ke studio musik temannya Laudiano untuk mengambil pengisi daya telepon, dan setelah ditantang untuk nge-rap, John mulai bekerja untuk merilis lagu pertamanya, “Deadlocs” , diproduksi oleh Laudiano, ke SoundCloud. Pada Juni 2018, dia merilis proyek penuh pertamanya, Famous Cryp. Pada September 2018, setelah lagu dan EP membantunya membangun pengikut lokal di California, dia merilis EP keduanya, Two Coccy, ke SoundCloud dan Spotify.

BlueFace tahun 2018

Pada 8 Oktober 2018, Dia merilis video musik untuk lagunya, “Respect My Cryppin'”, di saluran YouTube WorldstarHipHop, dan tak lama setelah lagu itu diposting ke Twitter, yang menjadi viral meme. Popularitas video tersebut menyebabkan lebih banyak musik mendapat perhatian, dengan lagu-lagunya “Thotiana” dan “Next Big Thing” mendapatkan popularitas baru. Popularitasnya semakin meningkat setelah mengadakan kontes di cerita dan postingan Instagram-nya menggunakan jajak pendapat untuk menentukan sekolah menengah mana yang harus dia kunjungi, dengan SMA Pasadena menang atas SMA Santa Monica. Tantangan media sosial membawa pengikut baru, meningkatkan popularitasnya yang sudah semakin meningkat. Pada November 2018, Blueface dikontrak oleh Cash Money Records’ afiliasi West Coast Cash Money West, dan memposting klip dirinya di studio dengan rapper Kanada Drake dan Quavo di halaman Instagram-nya.

Pada Desember 2018, John kembali menjadi viral berkat video akustik dengan Einer Bankz yang mempratinjau lagu barunya, “Bleed It” yang dirilis secara resmi pada Januari 2019. Ia merilis lagu tersebut dua hari kemudian, termasuk video di saluran YouTube Lyrical Lemonade, disutradarai oleh Cole Bennett, yang mengumpulkan lebih dari 2 juta penayangan dalam 24 jam pertama peluncurannya.

2019–Sekarang : “Thotiana”, Dirt Bag, and Find the Beat

Pada 26 Januari 2019, lagu Blueface, “Thotiana”, memulai debutnya di Billboard Hot 100 di nomor 75, menjadikannya lagu pertamanya yang masuk tangga lagu di tangga lagu Billboard. Lagu ini dirilis sebagai remix dengan YG dengan video musik. Minggu berikutnya, dia merilis remix dengan Cardi B, bertepatan dengan video lain dari Cole Bennett. Dengan layanan streaming, kedua remix tersebut terpisah, tetapi ada juga remix ketiga yang menggabungkan ketiga versi tersebut. Saat 1 Mei 2019, John merilis video musik untuk singelnya, “Stop Cappin”, yang telah ditonton lebih dari 5 juta kali selama empat hari pertama di YouTube. Pada tanggal 20 Juni, diumumkan bahwa menjadi bagian dari Kelas Mahasiswa Baru XXL 2019 sebagai peserta kesebelas yang dipilih penggemar.

Pada Agustus 2019, Blueface merilis EP berjudul Dirt Bag; album ini didahului oleh single “Stop Cappin'”, “Daddy” dan “Bussdown”. Di delapan lagu, EP menampilkan penampilan tamu dari The Game, Rich the Kid, Offset, Lil Pump, dan Mozzy. Lagunya “Daddy” yang menampilkan Rich the Kid di EP memuncak di No. 78 di Billboard Hot 100, dan “Stop Cappin'” dengan The Game mencapai No. 15 di Bubbling Under Hot 100. EP memuncak di No. 48 di Billboard 200.[23] Meskipun sukses secara komersial, EP menerima ulasan kritis yang sangat negatif. Riley Wallace di Hip-Hop DX menilai proyek tersebut pada 3/5, sedangkan pendengar menilainya pada 2,33/5. Fred Thomas dari Semua musik mengikuti tren ulasan menengah, memberikan proyek 3/5.

“The Last Album” Saat Ini

Pada 11 Oktober 2019, John mengumumkan album studio debutnya, Find the Beat, dan daftar lagunya. Dia telah merilis empat single dari album tersebut, “Close Up” yang menampilkan Jeremih, “First Class” yang menampilkan Gunna, “Obama” yang menampilkan DaBaby, dan “Holy Moly” yang menampilkan NLE Choppa. Sedangkna pada tahun 6 Desember 2019, album tersebut akan dirilis tetapi ditunda karena masalah merek dagang. Pada 17 Januari 2020, tanggal rilis kedua telah dikonfirmasi, tetapi ditunda lagi. Pada 13 Maret 2020, tanggal rilis ketiga, album dirilis, dengan fitur dari Polo G, Ambjaay, Lil Baby, Stunna 4 Vegas, YBN Nahmir, Gunna, Jeremih, NLE Choppa, dan DaBaby, berjumlah 16 lagu. Rekan rapper Lil Uzi Vert, yang merilis album bertajuk, Lil Uzi Vert vs. the World 2, di hari yang sama Temukan Ketukan dirilis, memuji album tersebut. Dalam percakapan pribadi dengan Blueface, Lil Uzi Vert mengucapkan “album fye” dan menawarkan untuk berkolaborasi dengan John.

Exit mobile version